Kamis, 09 Februari 2012

GRAFIS TIMBUL REKLAME TOKO

Ini adalah grafis timbul yang di tahun 1960an pernah berjaya di Cilacap, dimasa Belanda Cilacap juga telah memiliki daerah pecinan.

Jumat, 03 Februari 2012

KAPAL-KAPAL YANG PERNAH SINGGAH DI PELABUHAN TJILATJAP


MV PRINSENDAM
Kapal pesiar ini di Tahun 1973 singgah di Pelabuhan Cilacap
Tjerk Hiddes (Cilacap 28 Juli 1947)
Kapal perusak milik Belanda
Kapal Tjerk Hiddes dan Piet Hein (Cilacap, 28 Juli 1947)
MELCIOR TRUB (Cilacap 2 Agustus 1947)
USS MARBLEHEAD (Cilacap, Feb 1942)
USS MARBLEHEAD dalam perbaikan di Tjilatjap setelah mendapat serangan Jepang
USS MARBLEHEAD setelah mengalami perbaikan di Tjilatjap
MS ABBEKERK (Cilacap, Feb 1942)
USS HOUSTON (Cilacap,6 Feb 1942)
foto ini diambil dari atas kapal USS Marbelhead
USS HOUSTON
USS ASHEVILLE 1942
Foto terakhir yang diketahui dari Asheville ketika pelariannya dari Cilacap,

USS ASHEVILLE
seperti inilah kapal USS Asheville


USS EDSALL (Cilacap 23 feb 1942)
dari Amerika (3 feb 1942) menuju cilacap dan dioprasikan menjadi kapal patroli di Cilacap.



STASIUN CILACAP (REL PELABUHAN)
Stasiun KA Cilacap dibangun sekitar tahun 1879an, Perusahaan Staats Spoorwegen (SS) membangun jaringan kereta api Cilacap — Maos — Yogyakarta sepanjang 187 km untuk mempermudah transportasi gula dari pabrik-pabrik yang berada di daerah Yogyakarta sebagai fasilitas pengangkutan hasil bumi dari kegiatan tanam paksa di daerah Wonosobo, Purworejo dan sekitarnya ke pelabuhan Cilacap untuk selanjutnya dibawa keluar Pulau Jawa hingga ke Eropa. setelah keberhasilan pembangunan jalur SS maka atas desakan perusahaan-perusaan swasta di banyumas dibangunlah jalur maos-purwokerto timur 29 Km jalur ini dbangun 1896. Ini adalah pembangunan jalur Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS) tahap pertama, beberapa tahun kemudian dilanjutkan hingga Wonosobo (slesai pada tahun 1917).
Setelah pembangunan stasiun Cilacap maka jalur rel dperpanjang ke arah barat dan juga timur, disebelah timur jalur rel melewati pesisir selatan Cilacap (eks. makam pahlawan Sureng rono)dan juga melintasi kaliyasa lalu ke arah pantai teluk penyu. disebelah barat jalur rel menuju ke arah pelabuan spanjan 3Km, jalur rel di pelabuhan mengalami percabangan sangat banyak.
Tahun 1900an pelabuhan cilacap mengalami perkembangan pesat sehingga jalur rel pelabuhan diperpanjang hingga menuju stasiun Rawabasoem/Rawapasung (Stasiun ini masih belum diketahui tempat pastinya namun di Ambarawa terdapat tulisan yang menyebutkan stasiun ini, yaitu di antara stasiun Cilacap dan Gumilir). Dengan dibangunnya jalur rel ini setiap kereta yang masuk ke stasiun Cilacap dapat langsung berbalik tanpa langsir atau membalikan lokomotif, Cilacap merupakan stasiun buntu artinya stiap kreta yang masuk harus memutar loko atau pun harus langsir seperti yang terjadi sekarang.
Pelabuah Cilacap di waktu itu telah memiliki fasilitas dry Dock yaitu sebuah bengkel untuk Kapal, kapal-kapal lintas benua pasti akan mengalami perbaikan secara periodik meskipun kapal itu dalam kondisi baik maupun baru. dan pelabuhan Cilacap telah memiliki fasilitas itu.
Jika dilihat dari jumlah kapal yang masuk maka Cilacap dapat dikatakan pelabuahan besar. di tahun 1934 tercatat 121 Kapal belanda, 15 kapal Jerman, 14 kapal Inggris, 13 kapal Jepang, 3 kapal Italy. ini belum termasuk kapal domestik sendiri. ini menandakan aktivitas bongkar muat cukup tinggi dan ini berarti kreta yang membawa komoditi ekspor impor ke Cilacap sangat tinggi.
Tahun 1942 Jepang memasuki Cilacap, Cilacap menjadi benteng terakhir pertahanan Belanda, meskipun Cilacap di lindungi oleh Benteng Pendem, Benteng Nusakambangan dan benteng-benteng kecil/schietterrein yang tersebar dari teluk penyu hingga Gunung Srandil. bukan jaminan aman dari serangan Jepang. Belanda memang telah memikirkan akan adanya serangan dari pihak lain namun bisa dibilang Belanda salah pemikiran, karna ketika belanda memperkuat Cilacap hanya membuat pertahanan dari arah laut saja. sedangkan Jepang menyerang melalui udara. bisa ditebak pertahanan Belanda di Cilacap hancur berantakan, Pelabuhan Cilacap menjadi kuburan kapal belanda, hingga taun 1967 bangkai kapal masih berserakan di sekitar pelabuhan Cilacap.
Stasiun Sampang di bulan maret 1942 Kereta api SDS ditarik dengan 2 lokomotif membawa pasukan KNIL di serang pesawat Jepang, kereta dan relnya hancur, stasiun terbakar, lagi-lagi Cilacap menjadi kuburan Belanda dan beberapa warga setempat juga menjadi korban.
Setelah Jepang menguasai Cilacap atau masuk dalam pendudukan Jepang (1942 - 1945), beberapa jalur ditutup dan relnya dibongkar. Konon rel-rel tersebut dipindah ke Burma/Myanmar.Bangunan stasiun Cilacap yang didirikan pertama kali telah rusak, kemudian dibangunlah bangunan stasiun yang baru pada tahun 1943, seperti yang dapat dilihat sampai sekarang. Bangunan stasiun yang baru dibangun kembali oleh arsitek Thomas Nix.
dibawah adalah foto penyusuran saya tentang artikel ini :
Stasiun Cilacap Kota
Tempat memutar lokomotif

bekas jembatan kereta api di dekat pabrik takstil pemintalan
Bekas rel yang berada di daerah persawahan dekat pelabuhan


Di depan pintu pelabuhan pernah terdapat rel sampai daerah ini.
Pelabuhan Cilacap
Pelabuhan Cilacap 1908
Lokasi di dalam pelabuhan cilacap
rel di dalam pabrik pupuk Sriwidjaja
lokasi di dalam pelabuhan
lokasi di dalam Pelabuhan


Rel menuju pertamina
Bekas rel yang menjadi jalan menuju rawabasoem
Bekas Rel

Bekas jembatan kereta di belakang gudang dekat kuburan karang suci
Lokasi di jalan MT haryono